Showing posts with label hijamah. Show all posts
Showing posts with label hijamah. Show all posts

Thursday, 1 August 2013

WAKTU TERBAIK UNTUK BERBEKAM TAHUN 2013M (1434 H)


الحجامةإخراج الدّم من الجلد عن طريق المص ثمّ التشريط
HIJAMAH ATAU BEKAM ADALAH PENGELUARAN DARAH DARI KULIT DENGAN JALAN PENGHISAPAN KEMUDIAN PENYAYATAN RINGAN PADA KULIT BAGIAN LUAR (EPIDERMIS) KEMUDIAN PENGHISAPAN SEKALI LAGI, SEHINGGA DARAH KELUAR.

ما مررت ليلة أسري به بملاء الاّ قالوا يا محمّد مر أمتك بالحجامة
عليك يا محمّد بالحجامة
AKU TIDAK BERJALAN DI HADAPAN SEKELOMPOK MALAIKAT PADA MALAM KETIKA AKU DI-ISRO’KAN, KECUALI MEREKA BERKATA: WAHAI MUHAMMAD, PERINTAHKANLAH UMATMU UNTUK BERBEKAM.
DALAM RIWAYAT LAIN: WAHAI MUHAMMAD, HENDAKLAH KAMU   BERBEKAM.

إنّ أفضل ما تداويتم به الحجامة
SUNGGUH, PENGOBATAN PALING UTAMA YANG KALIAN GUNAKAN ADALAH BEKAM

Manfaat Berbekam :
*Mengeluarkan Darah yang Kotor
*Menambah Daya Tahan tubuh
*Menambah Kemampuan Berfikir
*Meringankan Otot yang kaku
*Menajamkan Penglihatan

Hari Terbaik untuk berBEKAM adalah 17. 19 dan 21 bulan Hijriah. ( HR Abu Hurairah RA)
Waktu Terbaik untuk berbekam adalah satu minggu dipertengahan bulan-bulan Qomariah ( Kalender ISLAM ), yaitu satu minggu setelah PURNAMA yang berarti dari tanggal 15 s/d 21 bulan Hijriah, karena pada waktu ini Gaya GRAVITASI BULAN sedang Kuat-kuatnya terhadap BUMI TERUTAMA di tanggal-tanggal GANJILnya sehingga kondisi Darah menjadi Bergejolak dan berada di Permukaan, jadi saat Manusia berBEKAM di waktu ini akan Masksimal dan Efektif untuk mengeluarkan Darah Statis,Darah Kotor,Racun-racun dalam darah dan Sumbatan-sumbatan Darah.

Ibnu Sina di dalam kitabnya Al-Qaanun mengatakan: “Diperintahkan untuk tidak berbekam di awal bulan karena cairan-cairan tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal, dan tidak di akhir bulan karena bisa jadi cairan-cairan tubuh mengalami pengurangan. Oleh karena itu diperintahkan melakukan bekam pada pertengahan bulan ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena Gaya Gravitasi Bulan yang sangat Kuat saat pertengahan Bulan”

Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan.  Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 3-4 jam sebelumnya.

1. Dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani)

2. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallaahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19, dan pada hari ke-21.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/204))

3. Dari Anas bin Malik radhiallaahu ‘anhu, dia bercerita: ” Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung. Ia biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19, dan ke-21.” (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad shahih)

4. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Berbekamlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))

Berikut ini Tanggal dan Waktu Terbaik untuk berBEKAM di Tahun 2013 M ( 1434 H ) :

1. Bulan JANUARY 2013 M/RABI’AL AWWAL 1434 H : 27,29,31 JANUARY & 2 FEBRUARY 2013 M (15,17,19,21 RABI’AL AWWAL 1434 H)

2. Bulan FEBRUARY 2013 M/RABI’AL AKHIR 1434 H : 26,28 FEBRUARY & 2,4 MARET 2013 M (15,17,19,21 RABI’AL AKHIR 1434 H)

3. Bulan MARET 2013 M/JUMADA AL AWWAL 1434 H : 27,29,31 MARET  & 2 APRIL 2013 M (15,17,19,21 JUMADA AL AWWAL 1434 H)

4. Bulan APRIL 2013 M/JUMADA AL AKHIR 1434 H : 26,28,30 APRIL & 2 MEI 2013 M (15,17,19,21 JUMADA AL AKHIR 1434 H)

5. Bulan MEI 2013 M/RAJAB 1434 H : 25,27,29,31  MEI 2013 M (15,17,19,21 RAJAB 1434 H)

6. Bulan JUNI 2013 M/SYA’BAN 1434 H : 24,26,28,30  JUNI 2013 M (15,17,19,21 SYA’BAN 1434 H)

7. Bulan JULY 2013 M/RAMADHAN 1434 H : 23,25,27,29  JULY 2013 M (15,17,19,21 RAMADHAN 1434 H)

8. Bulan AGUSTUS 2013 M/SYAWAL 1434 H : 22,24,26,28 AGUSTUS 2013 M (15,17,19,21 SYAWAL 1434 H)

9. Bulan SEPTEMBER 2013 M/DZULQA’DAH 1434 H : 21,23,25,27 SEPTEMBER 2013 M (15,17,19,21 DZULQA’DAH 1434 H)

10. Bulan OKTOBER 2013 M/DZULHIJJAH 1434 H : 20,22,24,26 OKTOBER 2013 M (15,17,19,21 DZULHIJJAH 1434 H)

11. Bulan NOVEMBER 2013 M/MUHARAM 1435 H : 19,21,23,25 NOVEMBER 2013 M (15,17,19,21 MUHARAM 1435 H)

12. Bulan DESEMBER 2013 M/SHAFAR 1435 H : 18,20,22,24 DESEMBER 2013 M (15,17,19,21 SHAFAR 1435 H)

Al hijamah/ Bekam adalah pengobatan Islam yang Rasulullah SAW amalkan sehingga menjadi Sunnah Rasul. Orang Cina dan Eropa berdasarkan sejarah dunia adalah orang – orang yang pertama mengamalkan dan mengutamakan teknik pengobatan al hijamah. Mengapa pula kita orang islam yang sepatutnya mewarisi perobatan ini tidak mencoba pengobatan al hijamah sebagai pengobatan yang terbaik.

KESALAHAN DALAM BERBEKAM




Berikut ini adalah kondisi yang harus dihindari untuk dilakukan hijamah :
  • Hindari  menghijamah pasien yang fisiknya sangat lemah, sedang mengalami kelelahan berat dan yang memiliki tekanan darah < 80mmHg. Hal ini bisa menyebabkan resiko pasien syok/pingsan. Demikian juga sebaiknya menghindari untuk menghijamah pasien yang sudah jompo dan lemah fisiknya serta anak-anak yang tubuhnya lemah/ di bawah 3 tahun.
  • Hindari menghijamah wanita hamil pada usia kehamilan 3 bulan pertama (trimester awal). Jangan menghijamah wanita yang sedang haidh dan nifas karena pada kondisi tersebut wanita sedang banyak mengeluarkan darah alami sehingga dikhawatirkan akan melemahkan kondisi fisiknya. Jangan melakukan hijamah tepat diatas perut wanita hamil.
  • Tidak dianjurkan menghijamah pasien yang dalam kondisi perut kekenyangan, kehausan, kelaparan, kelelahan, setelah beraktivitas berat, tubuh lemah dan tubuh demam (kedinginan).
  • Jangan melakukan hijamah langsung setelah makan besar (hijamah dapat dilakukan minimal dua jam setelah makan). Setelah hijamah juga jangan langsung makan, melainkan hanya minum yang manis-manis semisal madu atau selainnya.
  • Jangan melakukan hijamah langsung setelah mandi, terutama setelah mandi dengan air dingin. Tidak dianjurkan langsung mandi setelah hijamah, melainkan setelah 2 jam. Dianjurkan mandi dengan air hangat.
  • Hindari melakukan hijamah basah pada pasien leukimia (kanker darah), hepatitis yang parah, TBC aktif, HIV/ODA, hemofilia, malignant anemia, trombositopenia, penderita kelainan klep jantung/ yang menggunakan alat pacu jantung serta penyakit lainnya yang parah kecuali oleh ahli hijamah yang berpengalaman dan dengan pengawasan dokter.
  • Tidak dianjurkan melakukan hijamah basah pada penderita diabetes dengan kadar gula darah sewaktu (GDS) diatas 250mg/dL kecuali oleh penghijamah yang ahli dan berpengalaman.
  • Jangan menghijamah basah pasien yang baru memberikan donor darah atau orang yang baru kecelakaan sehingga darahnya berkurang.
  • Hindari menghijamah pasien yang menderita penyakit kulit merata atau menderita alergi kulit yang parah seperti ulserasi (luka koreng basah/bernanah) dan edema.
  • Hindari menghijamah pasien yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah(seperti heparin). Hijamah  bisa dilakukan setelah 48 sebelummnya pasien telah menghentikan terlebih dahulu obat-obat tersebut.
  • Jangan menghijamah langsung pada daerah yang luka, urat sendi yang robek, patah tulang, tumor serta varises. HIjamah pada kasus varises dilakukan beberapa cm disekitar pembuluh darah yang rusak.
  • Jangan memberkam daerah perut terlalu keras. Bagian perut sangat lemah karena lapisan ototnya sangat tipis.
  • Hindari melakukan hijamah pada bagian tubuh berikut : Lubang alamiah tubuh (mata, hidung, telinga, mulut, kemaluan, anus dan puting susu), daerah sistem nodus limfa/ kelenjar getah bening (bawah ketiak, selangkangan, leher bagian samping, dll), tepat diatas pembuluh darah yang besar.
Beberapa poin diatas sebenarnya masih bisa dilakukan oleh seorang ahli hijamah yang professional, berpengalaman serta atas pengawasan dokter yang berkompeten.

Kesalahan Hijamah

Kesalahan dalam hijamah bisa disebabkan karena minimnya pengetahuan tentang anatomi  fisiologis tubuh, keterbatasan ilmu tentang penyakit serta cara kerja dan mekanisme hijamah. Hijamah sendiri merupakan salahsatu tindakan medis (bedah minor) oleh karenanya maka proses hijamah haruslah mengedepankan standarisasi medis. Contoh kesalahan hijamah antara lain :

1.    Persiapan pasien yang kurang. Sebelum dilakukan hijamah seorang penghijamah harus memeriksa kondisi umum dan penyakit yang diderita pasien. Pemeriksaan tekanan darah (tensi) merupakan pemeriksaan minimal yang wajib dilakukan. Kesalahan pada poin ini bisa membahayakan pasien terutama jika kondisinya sedang drop.
Mengabaikan masalah riwayat penyakit yang diderita pasien seperti pada penderita diabetes, hepatitis, AIDS, dll  bisa menyebabkan risiko tertularnya penyakit pada pasien dan penghijamah.

2.    Melakukan hijamah di area terbuka diluar ruangan atau terlalu dingin. Dikhawatirkan luka sayatan hijamah dapat terkena debu/kotoran yang berterbangan. Selain itu juga tidak disarankan melakukan hijamah di tempat dengan sirkulasi udara yang kurang/pengap. Jangan menyalakan kipas angin/blower tepat diatas pasien yang sedang dihijamah.
3.    Mengabaikan sterilitas. Banyak penghijamah hanya mengandalkan proses sterilisasi kop dan alat hijamah pada detergen, pemutih, rebusan air  atau alkohol. Tidak dimilikinya alat sterilisator standar menyebabkan resiko tinggi terkena infeksi kuman selama hijamah.

4.    Peralatan ala kadarnya. Dalam praktek hijamah, banyak di antara para ahli hijamah hanya menggunakan alat-alat sekedarnya tanpa memperhatikan faktor kebersihan alat dan lingkungan, sterilisasi dan higenisnya, seperti penggunaan tisu untuk membersihkan darah, apalagi tisu gulung untuk toilet. Akibatnya muncul tanggapan negatif terhadap terapan hijamah secara umum. Setiap pasien dengan riwayat sakit hepatitis, narkoba, dan HIV-AIDS (ODA) harus memiliki peralatan bekam sendiri yang dipisahkan dengan pasien yang lain.



5.    Menggunakan silet atau jarum. Kedua alat tersebut samasekali bukan merupakan peralatan medis standar yang dirancang untuk melakukan tindakan medis hijamah. Luka yang dihasilkan sangat berpotensi infeksi dan terkontaminasi bahan-bahan yang terkandung pada permukaan logam silet dan jarum.



6.    Kesalahan dalam menentukan titik hijamah.  Selain tidak efektif, keterbatasan pengetahuan mengenai lokasi titik hijamah yang tepat akan mempengaruhi hasil hijamah secara signifikan. Beberapa penghijamah pemula sering hanya melakukan hijamah terbatas pada titik hijamah itu-itu saja, padahal titik hijamah telah banyak berkembang.

7.    Mitos “semakin banyak titik hijamah maka semakin cepat sembuh”. Terlalu banyak titik pada saat hijamah tidaklah berarti menjadikan hijamah semakin efektif namun yang benar adalah pemilihan titik yang tepat adalah kunci tercapainya tujuan hijamah.

8.    Terlalu lama menghijamah pada satu titik. Penyedotan kop yang melebihi 20 menit bisa menimbulkan efek samping keluarnya bulla (kantong cairan bening seperti cacar). Hal ini bisa menyebabkan keluhan perih dan beresiko infeksi.

9.    Melakukan penyayatan luka yang terlalu dalam. Hal ini selain memperlambat penyembuhan luka juga menimbulkan resiko mengenai pembuluh darah besar sehingga bisa timbul perdarahan.

10. Harus puasa dulu sebelum hijamah. Pada pasien tertentu dimana kondisi tubuhnya sedang drop maka puasa bisa membahayakan pasien. Sebaiknya makanlah 2jam sebelum hijamah, dalam tempo waktu tersebut diharapkan proses pencernaan makanan sebagian besar telah selesai dan bisa memperkecil resiko “pingsan” akibat hijamah.

Demikian pembahasan materi hijamah untuk edisi kali ini semoga bermanfaat, InsyaAllah akan berlanjut pada edisi berikutnya. Jika ada masalah yang belum jelas dan akan ditanyakan maka anda dapat menghubungi redaksi. Baarokallaahu fiikum

BEKAM / HIJAMAH









TANYA JAWAB SEPUTAR BEKAM:
  1. Apa itu Bekam?
    Bekam adalah sebuah therapy pengobatan dan pencegahan penyakit dengan cara mengeluarkan darah kotor, beracun, mati dan berpenyakit dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.
  2. Dari mana asalnya Bekam?
    Bekam berasal dari timur tengah sejak zaman kenabian. Praktek bekam telah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu.
  3. Siapa saja yang boleh dibekam?
    Siapa saja boleh dibekam dengan pengecualian secara umum sebagai berikut:
    - Anak-anak dibawah 9 tahun.
    - Orang tua yang sudah sangat lemah.
    - Yang memiliki tekanan darah rendah dibawah 90/70.
    - Yang memiliki penyakit diabetes yang sudah menimbulkan gangren.
    - Sedang demam tinggi.
    - Wanita hamil.
    - Wanita sedang menstruasi.
  4. Kenapa Bekam dikatakan sebaik-baik pengobatan?
    Pengobatan dengan therapy bekam merupakan tindakan pengobatan prefentif dan kuratif. Secara langsung mengeluarkan penyakit, membersihkan dan meningkatkan kualitas serta mlancarkan sirkulasi darah didalam tubuh. Dengan demikian sistem imunitas tubuh akan meningkat dan tubuh akan lebih kebal/tahan dari serangan-serangan berbagai macam penyakit.

    Disamping itu, Rasulullah SAW juga menyatakan dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Ahmad bahwa "Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah dengan hijamah (bekam)"
  5. Apakah non muslim boleh dibekam?
    Islam ataupun Rasulullah SAW tidak pernah melarang siapapun untuk berbekam. Kesehatan adalah hak setiap manusia, apakah muslim atau bukan.
  6. Apa alat yang digunakan untuk therapy Bekam?
    Umumnya peralatan yang digunakan bersifat disposal (sekali pakai buang). Dan untuk alat yang dipakai secara berulang (cupping set) akan disterilkan dengan proses sterilisasi standar kesehatan modern.
  7. Penyakit apa saja yang bisa disembuhkan dengan therapy Bekam?
    Hampir semua penyakit InsyaAllah bisa disembuhkan dengan therapy Bekam.
    Dan yang paling banyak merasakan manfaatnya adalah penderita penyakit sebagai berikut:
    - Kolesterol tinggi.
    - Tekanan darah tinggi.
    - Jantung.
    - Asam urat.
    - Migrain/sakit kepala.
    - Stroke.
    - Diabetes.
    - Masalah mata.
    - Rematik.
    - Asma.
    - Leher/pundak kaku/kecapekan.
    - Mudah masuk angin.
    - Kaki kesemutan.
    - Kaki bengkak.
    - Hati/Liver.
    - Vertigo.
    - Kegagalan suntik silikon yang menyebabkan bengkak.
  8. Berapa lama waktunya therapy Bekam?
    Therapy bekam akan memakan waktu 30 - 90 menit, tergantung kondisi dan penyakit yang diderita pasien.
  9. Apakah boleh sering-sering dibekam?
    Seberapa sering boleh dibekam tergantung kondisi penyakit pasien. Untuk therapy bekam pemeliharaan kesehatan dianjurkan 1 bulan sekali.
  10. Apakah betul bekam disunnahkan oleh Rasulullah SAW?
    Rasulullah dalam riwayatnya berbekam secara berkala sekitar 3 bulan sekali. Dan Rasulullah pernah dibekam dipuncak kepala ketika disihir oleh dukun yahudi.
  11. Saya ingin belajar menjadi therapist Bekam, dimanakah tempat pelatihannya?
    Anda bisa menghubungi ust Dzikrul Hakim di Rumah Sehat Holistik Zaki Bazaki, Pondok Bambu Jakarta Timur (belakang rutan wanita Pondok Bambu/ samping masjid al-hidayah) no hp. 085217312834 / 081807762080. atau Rumah Sehat Bekam Magelang, bpk Agus Muh Sabari no hp 081328824999.
  12. Mana yang lebih baik berbekam dengan pisau atau jarum?
    Mana yang lebih baiknya relatif, tergantung dari kualitas therapy yang dilakukan. Tetapi secara umum menggunakan pisau dengan tepat sangat efektif untuk mengeluarkan darah kotor.
  13. Apakah ada kemungkinan malpraktek pada saat therapy Bekam?
    Malpraktek bisa terjadi dimana saja, termasuk pada saat therapy bekam. Tetapi malpraktek pada bekam sangat jarang terjadi karena proses therapy bekam hanya beberapa mikron dibawah permukaan kulit.