Thursday, 1 August 2013

KESALAHAN DALAM BERBEKAM




Berikut ini adalah kondisi yang harus dihindari untuk dilakukan hijamah :
  • Hindari  menghijamah pasien yang fisiknya sangat lemah, sedang mengalami kelelahan berat dan yang memiliki tekanan darah < 80mmHg. Hal ini bisa menyebabkan resiko pasien syok/pingsan. Demikian juga sebaiknya menghindari untuk menghijamah pasien yang sudah jompo dan lemah fisiknya serta anak-anak yang tubuhnya lemah/ di bawah 3 tahun.
  • Hindari menghijamah wanita hamil pada usia kehamilan 3 bulan pertama (trimester awal). Jangan menghijamah wanita yang sedang haidh dan nifas karena pada kondisi tersebut wanita sedang banyak mengeluarkan darah alami sehingga dikhawatirkan akan melemahkan kondisi fisiknya. Jangan melakukan hijamah tepat diatas perut wanita hamil.
  • Tidak dianjurkan menghijamah pasien yang dalam kondisi perut kekenyangan, kehausan, kelaparan, kelelahan, setelah beraktivitas berat, tubuh lemah dan tubuh demam (kedinginan).
  • Jangan melakukan hijamah langsung setelah makan besar (hijamah dapat dilakukan minimal dua jam setelah makan). Setelah hijamah juga jangan langsung makan, melainkan hanya minum yang manis-manis semisal madu atau selainnya.
  • Jangan melakukan hijamah langsung setelah mandi, terutama setelah mandi dengan air dingin. Tidak dianjurkan langsung mandi setelah hijamah, melainkan setelah 2 jam. Dianjurkan mandi dengan air hangat.
  • Hindari melakukan hijamah basah pada pasien leukimia (kanker darah), hepatitis yang parah, TBC aktif, HIV/ODA, hemofilia, malignant anemia, trombositopenia, penderita kelainan klep jantung/ yang menggunakan alat pacu jantung serta penyakit lainnya yang parah kecuali oleh ahli hijamah yang berpengalaman dan dengan pengawasan dokter.
  • Tidak dianjurkan melakukan hijamah basah pada penderita diabetes dengan kadar gula darah sewaktu (GDS) diatas 250mg/dL kecuali oleh penghijamah yang ahli dan berpengalaman.
  • Jangan menghijamah basah pasien yang baru memberikan donor darah atau orang yang baru kecelakaan sehingga darahnya berkurang.
  • Hindari menghijamah pasien yang menderita penyakit kulit merata atau menderita alergi kulit yang parah seperti ulserasi (luka koreng basah/bernanah) dan edema.
  • Hindari menghijamah pasien yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah(seperti heparin). Hijamah  bisa dilakukan setelah 48 sebelummnya pasien telah menghentikan terlebih dahulu obat-obat tersebut.
  • Jangan menghijamah langsung pada daerah yang luka, urat sendi yang robek, patah tulang, tumor serta varises. HIjamah pada kasus varises dilakukan beberapa cm disekitar pembuluh darah yang rusak.
  • Jangan memberkam daerah perut terlalu keras. Bagian perut sangat lemah karena lapisan ototnya sangat tipis.
  • Hindari melakukan hijamah pada bagian tubuh berikut : Lubang alamiah tubuh (mata, hidung, telinga, mulut, kemaluan, anus dan puting susu), daerah sistem nodus limfa/ kelenjar getah bening (bawah ketiak, selangkangan, leher bagian samping, dll), tepat diatas pembuluh darah yang besar.
Beberapa poin diatas sebenarnya masih bisa dilakukan oleh seorang ahli hijamah yang professional, berpengalaman serta atas pengawasan dokter yang berkompeten.

Kesalahan Hijamah

Kesalahan dalam hijamah bisa disebabkan karena minimnya pengetahuan tentang anatomi  fisiologis tubuh, keterbatasan ilmu tentang penyakit serta cara kerja dan mekanisme hijamah. Hijamah sendiri merupakan salahsatu tindakan medis (bedah minor) oleh karenanya maka proses hijamah haruslah mengedepankan standarisasi medis. Contoh kesalahan hijamah antara lain :

1.    Persiapan pasien yang kurang. Sebelum dilakukan hijamah seorang penghijamah harus memeriksa kondisi umum dan penyakit yang diderita pasien. Pemeriksaan tekanan darah (tensi) merupakan pemeriksaan minimal yang wajib dilakukan. Kesalahan pada poin ini bisa membahayakan pasien terutama jika kondisinya sedang drop.
Mengabaikan masalah riwayat penyakit yang diderita pasien seperti pada penderita diabetes, hepatitis, AIDS, dll  bisa menyebabkan risiko tertularnya penyakit pada pasien dan penghijamah.

2.    Melakukan hijamah di area terbuka diluar ruangan atau terlalu dingin. Dikhawatirkan luka sayatan hijamah dapat terkena debu/kotoran yang berterbangan. Selain itu juga tidak disarankan melakukan hijamah di tempat dengan sirkulasi udara yang kurang/pengap. Jangan menyalakan kipas angin/blower tepat diatas pasien yang sedang dihijamah.
3.    Mengabaikan sterilitas. Banyak penghijamah hanya mengandalkan proses sterilisasi kop dan alat hijamah pada detergen, pemutih, rebusan air  atau alkohol. Tidak dimilikinya alat sterilisator standar menyebabkan resiko tinggi terkena infeksi kuman selama hijamah.

4.    Peralatan ala kadarnya. Dalam praktek hijamah, banyak di antara para ahli hijamah hanya menggunakan alat-alat sekedarnya tanpa memperhatikan faktor kebersihan alat dan lingkungan, sterilisasi dan higenisnya, seperti penggunaan tisu untuk membersihkan darah, apalagi tisu gulung untuk toilet. Akibatnya muncul tanggapan negatif terhadap terapan hijamah secara umum. Setiap pasien dengan riwayat sakit hepatitis, narkoba, dan HIV-AIDS (ODA) harus memiliki peralatan bekam sendiri yang dipisahkan dengan pasien yang lain.



5.    Menggunakan silet atau jarum. Kedua alat tersebut samasekali bukan merupakan peralatan medis standar yang dirancang untuk melakukan tindakan medis hijamah. Luka yang dihasilkan sangat berpotensi infeksi dan terkontaminasi bahan-bahan yang terkandung pada permukaan logam silet dan jarum.



6.    Kesalahan dalam menentukan titik hijamah.  Selain tidak efektif, keterbatasan pengetahuan mengenai lokasi titik hijamah yang tepat akan mempengaruhi hasil hijamah secara signifikan. Beberapa penghijamah pemula sering hanya melakukan hijamah terbatas pada titik hijamah itu-itu saja, padahal titik hijamah telah banyak berkembang.

7.    Mitos “semakin banyak titik hijamah maka semakin cepat sembuh”. Terlalu banyak titik pada saat hijamah tidaklah berarti menjadikan hijamah semakin efektif namun yang benar adalah pemilihan titik yang tepat adalah kunci tercapainya tujuan hijamah.

8.    Terlalu lama menghijamah pada satu titik. Penyedotan kop yang melebihi 20 menit bisa menimbulkan efek samping keluarnya bulla (kantong cairan bening seperti cacar). Hal ini bisa menyebabkan keluhan perih dan beresiko infeksi.

9.    Melakukan penyayatan luka yang terlalu dalam. Hal ini selain memperlambat penyembuhan luka juga menimbulkan resiko mengenai pembuluh darah besar sehingga bisa timbul perdarahan.

10. Harus puasa dulu sebelum hijamah. Pada pasien tertentu dimana kondisi tubuhnya sedang drop maka puasa bisa membahayakan pasien. Sebaiknya makanlah 2jam sebelum hijamah, dalam tempo waktu tersebut diharapkan proses pencernaan makanan sebagian besar telah selesai dan bisa memperkecil resiko “pingsan” akibat hijamah.

Demikian pembahasan materi hijamah untuk edisi kali ini semoga bermanfaat, InsyaAllah akan berlanjut pada edisi berikutnya. Jika ada masalah yang belum jelas dan akan ditanyakan maka anda dapat menghubungi redaksi. Baarokallaahu fiikum

BEKAM / HIJAMAH









TANYA JAWAB SEPUTAR BEKAM:
  1. Apa itu Bekam?
    Bekam adalah sebuah therapy pengobatan dan pencegahan penyakit dengan cara mengeluarkan darah kotor, beracun, mati dan berpenyakit dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.
  2. Dari mana asalnya Bekam?
    Bekam berasal dari timur tengah sejak zaman kenabian. Praktek bekam telah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu.
  3. Siapa saja yang boleh dibekam?
    Siapa saja boleh dibekam dengan pengecualian secara umum sebagai berikut:
    - Anak-anak dibawah 9 tahun.
    - Orang tua yang sudah sangat lemah.
    - Yang memiliki tekanan darah rendah dibawah 90/70.
    - Yang memiliki penyakit diabetes yang sudah menimbulkan gangren.
    - Sedang demam tinggi.
    - Wanita hamil.
    - Wanita sedang menstruasi.
  4. Kenapa Bekam dikatakan sebaik-baik pengobatan?
    Pengobatan dengan therapy bekam merupakan tindakan pengobatan prefentif dan kuratif. Secara langsung mengeluarkan penyakit, membersihkan dan meningkatkan kualitas serta mlancarkan sirkulasi darah didalam tubuh. Dengan demikian sistem imunitas tubuh akan meningkat dan tubuh akan lebih kebal/tahan dari serangan-serangan berbagai macam penyakit.

    Disamping itu, Rasulullah SAW juga menyatakan dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Ahmad bahwa "Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah dengan hijamah (bekam)"
  5. Apakah non muslim boleh dibekam?
    Islam ataupun Rasulullah SAW tidak pernah melarang siapapun untuk berbekam. Kesehatan adalah hak setiap manusia, apakah muslim atau bukan.
  6. Apa alat yang digunakan untuk therapy Bekam?
    Umumnya peralatan yang digunakan bersifat disposal (sekali pakai buang). Dan untuk alat yang dipakai secara berulang (cupping set) akan disterilkan dengan proses sterilisasi standar kesehatan modern.
  7. Penyakit apa saja yang bisa disembuhkan dengan therapy Bekam?
    Hampir semua penyakit InsyaAllah bisa disembuhkan dengan therapy Bekam.
    Dan yang paling banyak merasakan manfaatnya adalah penderita penyakit sebagai berikut:
    - Kolesterol tinggi.
    - Tekanan darah tinggi.
    - Jantung.
    - Asam urat.
    - Migrain/sakit kepala.
    - Stroke.
    - Diabetes.
    - Masalah mata.
    - Rematik.
    - Asma.
    - Leher/pundak kaku/kecapekan.
    - Mudah masuk angin.
    - Kaki kesemutan.
    - Kaki bengkak.
    - Hati/Liver.
    - Vertigo.
    - Kegagalan suntik silikon yang menyebabkan bengkak.
  8. Berapa lama waktunya therapy Bekam?
    Therapy bekam akan memakan waktu 30 - 90 menit, tergantung kondisi dan penyakit yang diderita pasien.
  9. Apakah boleh sering-sering dibekam?
    Seberapa sering boleh dibekam tergantung kondisi penyakit pasien. Untuk therapy bekam pemeliharaan kesehatan dianjurkan 1 bulan sekali.
  10. Apakah betul bekam disunnahkan oleh Rasulullah SAW?
    Rasulullah dalam riwayatnya berbekam secara berkala sekitar 3 bulan sekali. Dan Rasulullah pernah dibekam dipuncak kepala ketika disihir oleh dukun yahudi.
  11. Saya ingin belajar menjadi therapist Bekam, dimanakah tempat pelatihannya?
    Anda bisa menghubungi ust Dzikrul Hakim di Rumah Sehat Holistik Zaki Bazaki, Pondok Bambu Jakarta Timur (belakang rutan wanita Pondok Bambu/ samping masjid al-hidayah) no hp. 085217312834 / 081807762080. atau Rumah Sehat Bekam Magelang, bpk Agus Muh Sabari no hp 081328824999.
  12. Mana yang lebih baik berbekam dengan pisau atau jarum?
    Mana yang lebih baiknya relatif, tergantung dari kualitas therapy yang dilakukan. Tetapi secara umum menggunakan pisau dengan tepat sangat efektif untuk mengeluarkan darah kotor.
  13. Apakah ada kemungkinan malpraktek pada saat therapy Bekam?
    Malpraktek bisa terjadi dimana saja, termasuk pada saat therapy bekam. Tetapi malpraktek pada bekam sangat jarang terjadi karena proses therapy bekam hanya beberapa mikron dibawah permukaan kulit.

BEKAM ADALAH



 
 
Bekam Dalam bahasa melayu disebut bekam. Dalam bahasa Jawa disebut cantuk atau kop. Di Sumbawa dan sekitarnya disebut tangkik atau batangkik. Dalam bahasa Arab disebut hijamah الحجامة. Dalam bahasa Inggris disebut blood cupping atau blood letting atau cupping therapy atau blood cupping therapy atau cupping therapeutic. Dalam bahasa Mandarin disebut pa hou kuan. Di Indonesia  dikenal dengan sebutan Bekam

Bekam adalah metode pengobatan untuk mengeluarkan radikal bebas dan darah statis dari dalam tubuh manusia dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya. Pengertian ini mencakup dua mekanisme pokok dari bekam, yaitu proses pemvakuman kulit dan dilanjutkan dengan pengeluaran darah dari kulit yang divakum.



MENGAPA TUBUH PERLU DI BEKAM??

BEKAM: Selepas 3 bulan, sel darah merah di dalam tubuh kita akan mati. Ia mengandung banyak asid urik, urea, toksin dan sel darah merah yang rusak.

Sel darah kotor ini akan berkumpul di lapisan bawah kulit. Sel darah ini akan digantikan dengan sel darah merah yang baru. Darah yang baru mengandungi oksigen dan nutrien yang diperlukan oleh sel tubuh.

Sel darah yang rusak (darah kotor) yang gagal berkumpul dalam tubuh dan masih hadir dalam sistem aliran darah menyebabkan faktor utama yang mengakibatkan :

Kapilari tersekat dan tersumbat, kesannya akan menganggu pelbagai sistem badan dan menyebabkan kegagalan sistem limfa, ginjal dan hati tidak berfungsi dengan sempurna yang akhirnya akan menyebabkan pelbagai penyakit kronik.

Gejala awal yang dapat dirasai oleh tubuh badan ialah badan terasa lesu, letih, kebas kaki dan tangan, pening, cepat marah, cepat bosan, murung, mudah mengantuk dan mudah naik pitam.

“Dengan ringkasan diatas, dapatlah disimpulkan KEHARUSAN berbekam kepada kita yang mana :
Ia dapat mencegah tubuh badan kita daripada menjurus kepada penyakit-penyakit yang lebih kronik seperti diabetes (kencing manis), asam urat, kolesterol, jantung, rematik, darah tinggi, migrain dan sebagainya.”

Adalah menjadi tanggungjawab kepada kita untuk memastikan tubuh badan kita sentiasa sihat wal afiat dengan cara berusaha mencegah dan berdoa kepada Allah agar diberikan kesehatan supaya mudah beribadat kepadanya. Insya’Allah.

Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.
Berbekam merupakan metode pengobatan yang telah digunakan sejak dulu untuk mengobati berbagai kelainan penyakit seperti, hipertensi, asam urat, reumatik arthritis, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental (sumber: wikipedia)

Kadang orang menganggap bekam dengan sebelah mata, karena dianggap sudah kuno atau hanya sekedar alternatif. Padahal dunia kedokteran saat ini mulai membuktikan khasiat bekam.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa bekam bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan :

(1) Sistem kekebalan tubuh
(2) Pengeluaran enkefalin (neurotransmitter yang berperan dalam pengaturan rasa sakit, mood, tingkah laku, dan pengaturan hormon).
(3) Pelepasan neurotransmitter (utk memperlancar sistem syaraf)
(4) Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah serta
(5) “The gates for pain” pada Sistem Syaraf Pusat yang berfungsi mengartikan sensasi rasa nyeri.

Adapun mekanismenya, menurut Dr. Wadda’ A. Umar, adalah sebagai berikut: apabila dilakukan pembekaman pada titik bekam, maka akan terjadi kerusakan pada kulit, jaringan bawah kulit (sub kutis), fascia dan ototnya. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa mediator seperti serotonin, histamine, dan bradikinin, serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi di tempat yang jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Akibatnya timbul efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releasing factor lainnya. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotrophin serta corticosteroid yang mempunyai efek meredakan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.

Penelitian lain menunjukkan bahwa bekam pada titik tertentu dapat menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spinothalamicus ke arah thalamus yang akan menghasilkan endorphin, suatu zat yang berfungsi dalam persepsi rasa sakit. Sedangkan sebagian rangsang lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan refleks intubasi nyeri yang nantinya semua itu akan mengurangi rasa sakit.


MANFAAT BEKAM

Thomas W. Anderson telah menulis sebuah buku berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Methode. Beberapa diantara penyakit yang dapat disembuhkan dengan Terapi bekam adalah (obat untuk) Hipertensi, hiperuricemia (Gout/Pirai), hiperkolesterolemia, stroke, parkinson, epilepsy, migrain, vertigo, gagal ginjal, varises, wasir (hemoroid), dan semua keluhan sakit (rematik, ischialgia/sciatica, nyeri pinggang bawah), penyakit darah (leukemia, thalasemia), tinnitus, asma, alergi, penyakit sistim imun (SLE, HIV), infeksi (Hepatitis, elefantiasis), Glaukoma, Insomnia, enuresis/mengompol, mania, skizofren dan trans (gangguan sihir/jin), dll. Begitu juga bekam untuk kesuburan (fertilitas) dan kecantikan (menghilangkan jerawat, komedo, vitiligo, menurunkan berat badan, dll)